Showing posts with label emotion. Show all posts
Showing posts with label emotion. Show all posts

Hari terburuk?




bilakah hari terburuk kita? waktu kita miskin? tiada sepeser wang dikala perut sangat lapar melihat orang lain membuang separuh dari kuih yang dinilai kurang sedap? waktu kita sendirian? tiada tempat berkongsi rasa dan semua sahabat menghindar tidak mahu terjebak mendengar kesedihan kita yang mereka anggap klise? atau waktu kita dilanda musibah? sakit datang bertimpa, bala datang menghujam derita, masalah demi masalah menumpuk di atas kepala dan tiada siapa mahu atau mampu membantu?

telah difahamkan kepada aku bahawa hari yang terburuk adalah hari dimana kita merasakan Tuhan itu sudah tidak ada. hari dimana kita berputus harap pada rahmat-Nya. hari dimana kita tidak merasa takut untuk berbuat dosa. hari dimana kita tidak peduli pada syurga atau neraka. hari dimana kita merasakan Tuhan telah melupakan kita. dan hari dimana kita sudah melupakan Tuhan.

ironinya, hari sebegitu sering datang dalam hidup kita tanpa kita menyedarinya. ia datang dalam sesaat atau mungkin beberapa minit dan kita tidak memperdulikannya. ia datang ketika kita merasa dunia tidak menyebelahi kita. ia datang ketika kita merasa kita tidak diperlakukan adil. ia datang ketika kita merasa kita tidak berhak menerima kesusahan dan kesakitan. ia juga datang ketika kita merasa tidak ada sesiapa pun boleh menentang kemahuan kita. ia datang ketika kita sibuk memuaskan nafsu kita. ia datang ketika kita merasa kita yang terpintar, terkaya, terbaik, terkuat, terindah dan terhebat. saat itulah hari terburuk kita.

saat itu mungkin kita sedang bersedih tapi kita sombong. mungkin kita gelisah tapi kita lagha. mungkin kita sabar tapi kita ujub. mungkin kita bersedekah tapi kita riya. mungkin kita menyampakan ilmu tapi kita takabbur. kerna semua itu kita lakukan bukan kerana Tuhan, kerana saat itu, walaupun kita menyebut-nyebut nama Tuhan tapi sebenarnya kita sedang lupa bahawa Tuhan itu ada.


"Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: "Kami beriman", sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)?" [Al-Quran 29:2]

"Tiap-tiap diri akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan; dan kepada Kamilah kamu semua akan dikembalikan." [Al-Quran 21:35]

Read On 1 ulasan

30 minit yang terakhir





ketika sibuk menghitung-hitung dosa yang bertimbun dalam hidupku yang lalu, teringat tazkirah Ustaz Zahazan dalam bas semasa ziarah di tanah haram tahun lepas. hidup di dunia ini sekejap sahaja. Nabi saw bersabda bahawa satu hari di sisi Allah swt sama seperti seribu tahun di dunia. dan Nabi saw juga bersabda bahawa purata umur umatnya ialah sekitar 60 tahun. bermakna hidup kita di dunia ini hanya sekadar lebih kurang 1.5 jam sahaja. aku tersentak menginsafi bahawa hidupku hanya tinggal sekadar selama 30 minit saja lagi di sisi Allah swt. 

tidak apa yang boleh aku lakukan pada 2/3 hidupku yang telah berlalu. segalanya sudah berlaku. tidak ada yang mampu aku lakukan untuk membasuh dosa-dosa laluku melainkan merintih belas kasihan dan meratap ampun kepada Allah swt dalam setiap sujud. kebodohan dan kejahilan masa laluku itu akan aku jadikan sebesar-besar peringatan buat diriku dalam mengharung baki 30 minit terakhir dalam kembara di dunia.

ya Allah! yang nyawa kami ini dalam genggaman-Mu. hanya kepada-Mu sahaja tempat kami mengadu dan mengharap. sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang zalim maka lindungilah kami dari kejahatan diri kami sendiri. ampunkanlah dosa-dosa yang telah kami perbuat kerna kebodohan dan kejahilan kami. sesungguhnya diri kami ini tidak bermakna apa-apa tanpa rahmat dan keampunan-Mu. sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampun lagi Penyayang.

ya Allah! yang Maha Mengetahui segala yang terdetik di dalam hati setiap manusia. hapuskanlah dari hati kami sifat-sifat sombong, ujub, riak dan takbbur, serta semaikanlah hati kami dengan akhlak al-Quran, seperti kekasih-Mu, Rasulullah saw. janganlah Engkau gelincirkan hati kami setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami. kurniakanlah kepada kami rasa cinta dan rindu kepada-Mu dan Rasul-Mu. anugerahkanlah kami kasih-sayang-Mu. sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi Anugerah.

ya Allah! Penguasa kepada sekalian alam, langit dan bumi, dunia dan akhirat. ampunkanlah osa kami, ampunkanlah dosa ibubapa kami, ampunkanlah dosa guru-guru kami, ampunkanlah dosa isteri dan anak-anak kami, ampunkanlah dosa adik-beradik kami, ampunkanlah dosa saudara-mara kami, ampunkanlah dosa sahabat-handai kami, ampunkanlah dosa jiran tetangga kami, ampunkanlah dosa saudara-saudara kami seluruh umat Islam. tautkanlah hati-hati kami dengan tali kasih-sayang kepada-Mu. tunjukkanlah kami jalan yang lurus dan takdirkanlah kami semua tergolong dikalangan orang-orang yang soleh. sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengkabulkan doa.

Amin. Amin. Amin. ya Rabbal-alamin.
Read On 0 ulasan

don't give love



i've met an eccentric young man yesterday and astonished to his perspective on egoisme. he said people give away love in thaught of could had it back. people expected others to do the same, especially when they had done a lot. its not how thing work in this world according to him.

he went on explaining that normally when people went out searching for love with a half glass, means they are not fully happy and expecting someone to fill their glass. that is wrong! to him, 'to love is to give' is not how love works. i just hold back my opinion and empty my cup listening to his perspective.

"when you have a half glass, and found someone else with also a half glass, which means both of you are yet fully happy with your life, and you think it is love to have filled the other person glass with what you have, because its been implant and programme in your brain that love is about giving. and after you give so much and beginning to feel that your glass is already empty, you expect the one that you filled their glass would do the same in return, filling your glass. that is where you get broken heart," his body languange shown that he is on fire with the subject.

he said that the first rule of love is about loving ourself. we have to accept and love ourself first, before somebody else would love us. we have to filled our glass first. we have to invest on our own happiness, instead of investing in others so that we could get the same in return. the idea of love is not to fill others glass by emptying our glass. we would never feel happy, and the other person will also doesn't feel completely happy when returning the favor.

"love is about giving is doesn't works. you don't give it out, but you spills it all around you. you have to be happy before you can make people around you happy. you have to have a lot of love, so that people around you cannot resist but insist to stick near you to feel the love spilling from you. you don't need to go out looking and makes others to love you, but others would eventually gathers around you. love is contagious," he told me with a smiling eyes.

everytime we looked into a mirror, what did we really checked? most of the time, we were not happy with that man in the mirror. we always tried to find something wrong about him and fixed it. what we didn't aware is we always look on the negative side of ourself. same goes to women, the would search for a small tiny lines of wrinkles, the flabby fat under the sagged skin, spot of freckles and disgraced pimples, the tone of the colour and tried as best as she could to covered it. we don't feel good until we cover it with something, and along the life we were terrified if someone could see the things that we had discovered on the mirror in our room. how can this make us to be fully happy?

"we must accept ourself as what we are, before we could love ourself. this is the golden rule. how could you expect others to accept you if you can't accept who you are? how could you wanted others to love you when you, yourself, don't really really like your own self?" he went on confidently in his red fiery losse shirt.

"feels good about yourself. do what you think is a must to be happy. do it until you can look in the person in mirror and be proud of him."

"but won't it be a selfish to always put yourself first, being ego person?" i thrown the most common feedback that i always heard, but only to put a smile on his face.

"ego is good and selfish is another issue. to love yourself is not only to love who you are, but also to accept the people around you as what they are. life is a game. and you have to play the game accordingly. why we want to love ourself on the first place? so that others could feels the love that spillover from us. its mean that you care for others, and in order to care for others, we have to care about ourself. its just like the flight instructions, when the pressure goes down and the mask fell, you have to put the mask on yourself first, even before you put it on your baby on your laps. it doesn't mean we didn't love the baby more than ourself but the priority and the way love should be. you can't feel love when you have give it all."

"most of the people said that our happiness lies on others. they happy because they made somebody else happy. but then tell me, when you give away all your love and not get it in return, won't you feel empty? emptiness would left you without love. you would hold on it, but the love is gone. and by the time you realize it, it already too late. you can't feel the love anymore."

"when you know that your glass is full, spread it. don't hold it back. when you happy, get everyone around you to feel your happiness. don't keep it for yourself. this is the selfish part. when you keep the spillover only to yourself, then you would go overboard. when people, in search of happiness, coming to you wanting to be infecting by your happiness didn't get infected, you would only end up suffocate in your own full glass."

while he went on showing all the strategy to enhacing and upgrading the intimacy and romance in relationship, my mind drifted to my children. children are amazing creatures. the fact is they don't give love to us. they cried whenever they wanna cry, the hold us because they feel comfortable in our hot arm, they don't do it because the love us, they do it because it comfortable. but how can we could not love a baby?

love is first in our head, not in our heart. the first condition when we like someone is purely an animal instinct. its not love, its only lust. love happened when you invest more on them, and they invest more on us. more time, more money, more energy, then love built up. we will begun to loose it when we stop investing. we stop communicate, we stop having more time together, we stop spilling our love and we lack of tasting the spillover from them.

hence, in most of cases, when we felt emptiness, we tend to give it away more in desperation of had it back in return, and as the result, we still don't get the spillover and felt more of emptiness. then i learned one new skills in love.. whenever you feel emptiness, don't go out giving it away, instead that is the very moment you should look back into yourself and create happiness until you got your glass full and spill it over around you. whenever you don't feel the love from your spouse, it was because they don't felt the love from you. love and respect more and more about you, more and more of it would be felt by all the people around you. you cannot demand it but you can, for sure, spill it to the world. because love is contagious. people can't get infected when there is no diseases. hope you get what i mean.. ;)

Read On 1 ulasan

akal, hati dan jasad



sejak beberapa minggu lalu, minda dan tenaga aku tiba2 terfokus semula dlm pengumpulan kisah2 melayu dulukala, dengan niat awal untuk menjawab pertanyaan anak2 aku. dalam proses pengumpulan ini aku menemukan terdapat ramai pihak yg berkisah mengenai sejarah ini menekankan akan kebenaran dan hak. terdapat waris dari keluarga raja bendahara kesultanan melayu, waris dari keluarga kerajaan siam, jurai keturunan kesultanan samudera-pasai, hanya memetik beberapa ahli sejarah kontemporari yg popular, semuanya mulai mengupas sejarah dengan niat menyampaikan kebenaran mengenai keturunan mereka, namun dijujung kata menuntut hak. dan dititik inilah aku mulai resah.

teringat kisah pertanyaan seorg yahudi menguji kerasulan Nabi saw dengan bertanya tentang sejarah lama, yg kemudiannya terjawab dgn pengkisahan 'dia yg bertanduk dua' yg menakluki timur-barat (Zulkarnain) dan kisah sekumpulan pemuda yg tertidur ratusan tahun bersama anjing mereka (ashabul kahfi). maka bermulalah satu pencarian untuk membuktikan apa, siapa dan dimana. walhal pada pendapat aku, jika sang yahudi itu membenarkan jawapan Nabi saw, seharusnyalah dialah yg mengetahui akan sejarah yg sebenar. dan atas dasar itu seharusnya org ramai juga memusatkan sumber utk kisah itu dari yahudi tersebut. namun apa yg berlaku ialah penjelajahan melintas batas waktu dalam mengesahkan siapa, apa dan dimana kewujudan kisah itu. dan disini juga jelas bahawa semua yg mendengar ayat Tuhan itu mengakui wahyu yg disampaikan oleh Nabi saw.

apa yg berbelit2 yg aku nak kata? yg benar itu dah muktamad. semua org dah tahu dan setuju. org hidup pasti mati dan menemui Tuhan. ini semua org setuju. yg jadi persoalan ialah perjalanannya yg mana? org Islam kata org Kristian zalim dan org yahudi sesat. diorg pun kata yg sama dgn terhadap org Islam. jadi yg sebenar2 sesat siapa? haa ini yg jadi bergaduh. soalan yg tepat ialah siapa yg benar? yg benar adalah apa yg masing2 percaya. yg mengubah percaya nih adalah pengetahuan dan pengalaman. kombinasi ini namanya ilmu. kita membentuk sistem yakin (belief system) bila ilmu yg disampaikan kepada kita itu selari dgn ilmu yg sebelumnya menjadi dasar sistem yakin kita.

bagaimana cara ilmu dari luar diri masuk berasimilasi ke dalam sistem yakin, sama ada mengadun atau menyingkir (filtering), bergantung pada kekuatan dakwah yg disampaikan (power of suggestion). kerna itu ada yg mengatakan iman itu adalah rahmah dari Allah swt, hanya untuk siapa yg dimahukan-Nya. dalam maksud bukan semua org dapat terima ilmu baru dan menukar sistem yakinnya dengan cara dan dakwah yg sama. maka jika kita mempunya langkah2 sendiri dalam mencanai ilmu yg datang, maka kita hanya akan dapat menyetujui dan membenarkan ilmu2 yg boleh dicanaikan dgn method tersebut. berbanding dgn org lain yg mempunyai method lain, tidak hairan kalo dia tidak menerima pendapat kita walaupun bagi kita semuanya sudah terang benderang. kerna kaedah pembuktian ilmu ke dalam sistem yakin mereka lain, yg memerlukan kaedah dakwah yg juga lain.

dan apa yg sudah menjadi sebahagian dari sistem yakin kita pula diperkuat oleh amalan kita. kadangkala amalan2 inilah yg menjalurkan ilmu yg baru masuk ke sistem yakin kita. amalan yg kita sebut nih adalah kebiasaan. kebiasaan ini yg menjadi perangai atau tabiat. ada setengah org mendapat tabiat langsung dari sistem yakin, ada setengah org lagi mencipta tabiat utk mengubah sistem yakin. dan aku tekankan di sini bahawa bukan persoalan benar atau salah, tapi sama ada kita yakin atau tidak.

contohnya pernyataan "utk hidup terjamin di masa depan, kita harus menabung dari sekarang". ada org langsung meyakini pernyataan ini kerana kaedah pembuktian (proof system/filter) dlm dirinya menyetujuinya. namun ada org yg tidak yakin bahawa menabung boleh hidup senang di masa depan. apalagi yg mempunyai sistem yakin bahawa rezeki itu tetap dan padanya jaminan hidup itu hanya Allah swt. ada org mahu menyetujui ini tetapi sistem pembuktian dlm dirinya menolak kerna dasar ilmu yg menjadi pembuktian kepada sistem yakinnya berbeza. ada pula org yg langsung menjalaninya walaupun tidak menyakini pernyataan itu pada awalnya. namun apa yg berlaku seiring dari amalannya itu berkembang pula pengalaman lain yg menyebabkan sistem pembuktian dalam dirinya juga berubah.

begitu juga halnya ketika kita mahu berubah. maksud berubah ini adalah mengubah sistem yakin. sistem yakin ini berkait dgn tabiat, iaitu kebiasaan. bermakna kita berubah menjadi seorg diri yg lain dari diri kita sekarang. jadi kalau nak berubah nih, ada pendapat yg mengatakan kena ubah semua, tak boleh sikit2 kerna akan menyebabkan konflik dlm diri kita. sebab setiap tabiat kita saling berkait dengan tabiat kita yg lain. jika kita ubah hanya satu, kita akan mengelirukan sistem yakin kita, menyebabkan kita berada dlm keadaan konflik mahu memilih diri kita yg mana. ini yg menyebabkan kita tidak dapat konsisten dlm membuat perubahan.

ini yg sering dimetaforakan sebagai pertarungan gelap dgn terang. dimana sistem pembuktian sudah membenarkan ilmu yg baru utk dijadikan dasar kepada sistem yakin yg lebih baik, namun masih ada beberapa tabiat kita yg menunjang sistem yakin kita yg lama. bukan semua org boleh langsung mengubah sistem yakin setelah sistem pembuktiannya berjaya mendapat kebenaran baru dan langsung memulakan tabiat baru, menjadi diri yg baru secara total. kebanyakan org perlu masa utk mensejajarkan sistem yakin yg baru dgn memulakan kebiasaan yg baru.

kawan aku kat sebelah kata pening baca ayat aku. aku ringkaskan. asas tubuh manusia, akal, hati dan jasad. akal ini yg aku sebut sebagai sistem pembuktian (proof system/filtering). hati ini sistem yakin (belief system). jasad ini letaknya tabiat/perangai/kebiasaan. ilmu itu adalah pengkalan data (database) pengetahuan dan pengalaman. boleh sambung?

aku bagi contoh lagi. seorang lelaki menangkap mencuri. sistem yakin lelaki itu kata benarlah kerna perbuatan mencuri itu salah kerna menganiaya manusia lain. tapi dlm sistem yakin pencuri tuh kata perbuatan mencurinya lah yg benar kerna mahu beri makan anak isterinya. dua2 benar pada pendapat masing2. lelaki itu kata tak boleh mencuri sebab itu tak menyelesaikan masalah. pencuri kata dia dah cari mcm kerja tapi tetap masalahnya tak dapat diselesaikan. apa yg membezakan dua sistem yakin ini? ilmu, iaitu pengetahuan dan pengalaman. kerna itu ada org yg sanggup tidak makan tapi tidak mahu mencuri, dan ada pula org yg sudah cukup makan namun tetap juga mencuri. ilmu itu yg membezakan sistem yakin.

dan ilmu itu tidak ada yg salah atau yg benar. nih mesti semua org hentam kalo aku cakap macam nih ;).. macam nih.. semua ilmu dalam dunia ini adalah setitis dari ilmu Allah swt.. ilmu itu tak ada yg sesat.. yg sesat tuh manusia.. ilmu yg dikatakan jadi sesat bergantung pada interpretasi akal kita, sistem pembuktian diri, dalam membenarkan ilmu tersebut.. yg jadi zalim bergantung pula pada bagaimana hati kita, sistem yakin, membenarkan penghasilan amalan dan tabiat yg terhasil dari ilmu tersebut. nah.. seterusnya kita akan membandingkan, adakah amalan yg terhasil itu merupakan inti dari ilmu yg kita benarkan tadi? jadi yg berlaku terus menerus adalah fikir akal dan rasa hati terhadap tabiat kita sendiri. ini maksud kita nih harus sentiasa merenung. prosesnya ialah melihat semula tabiat dan kebiasaan kita dan mengukurnya dgn fikir akal dan kemudian menimbangnya pula dgn rasa hati, jika masih selaras jalanilah, jika tidak tinggalkanlah. tidak ada was-was padahal yg benar dan yg salah itu sudah jelas.

ini maksud 'bacalah'. mencari ilmu itu wajib seumur hidup. kerna kita harus terus menerus memasukkan ilmu baru supaya sistem pembuktian, fikir akal, menjadi lebih baik dan lebih baik. dengan mempunyai sistem pembuktian yg lebih baik, maka sistem yakin, rasa hati, kita akan menjadi lebih sempurna, dan ini akan terlahir melalui tabiat kita. maka itulah kita harus sentiasa terus-menerus meluaskan pengetahuan dan pengalaman tanpa henti. semakin luas, semakin baik, semakin sempurna.

dan sambung lagi sikit, bila buat sendiri jadi tabiat, bila perbuatan itu dilakukan bersama2 dgn sekumpulan individu lain yg mempunyai sistem pembuktian dan sistem yakin yg sama, maka ia akan jadi budaya (collective behaviour). pelestarian budaya ini yg mencipta bangsa, yg mempunyai sistem yakin yg sama dan mempunyai kebiasaan yg sama. kerna itu kena sering ada muzakarah. bukan debat nak menang tetapi utk berkongsi pengetahuan dan pengalaman. dgn saling bertukar pangkalan data, maka akan berlaku penambahan ilmu dalam satu budaya. jika sebuah pendapat dipaksakan maka berlakukan penjajahan terhadap akal. pembebasan akal adalah dgn cara percambahan ilmu. ilmu itu yg membebaskan akal dari terus jumud.

maka itu lebihlah terbuka menerima ilmu walaupun kemudian nanti sistem pembuktian kita akan menolaknya, tanpa merosakkan sistem yakin kita. namun hati2lah juga kerna teknologi memprogram-ulang akal juga berkembang, teknologi ini mampu mengubah sistem pembuktian kita tanpa kita sedari, malah ada yg langsung mampu mengubah sistem yakin. namun semua ini dapatlah kita ditampan dengan ilmu jua. kerna hanya ilmu juga yg mampu memicu sistem siaga (alert system) dalam diri. tapi yg nih lain kali kita citer. inti citer aku adalah 'bacalah' dan 'sampaikanlah' sebagai asas pengembangan ilmu utk membangun budaya jemaah yg lebih baik.

maka balik semula kepada cerita mengutip dan mengumpul sejarah Melayu tadi. bila ada org bercerita suatu kejadian kepada kita, soalan pertama kita adalah sama ada itu cerita betul atau tidak. maka kita akan bertanya pula pada org lain yg sama ada hadir waktu kejadian atau yg mengetahui kejadian tersebut dgn lebih baik. dalam mencari benar, kita akan memeriksa ketelitian dalam penceritaan, setiap butir diperjelas dengan lebih lengkap, sehingga kita puas. akhirnya setelah bertemu benar yg sudah kita pasti, apakah selanjutnya? apa gunanya semua kisah sejarah ini pada org macam aku yg bukan dari keturunan yg disebutkan, yg tidak memungkinkan aku menuntut apa2 atas hak apa2?

satu yg aku belajar ketika proses mengutip, mengumpul dan mencantum sejarah ini. kesempatan utk mengenali diri kita sendiri. dalam proses membuktikan dan meyakini, aku juga belajar memahami mengapa dan kenapa aku berfikir dan merasa apa yg aku fikir dan rasa. bahawa apa yg berlaku dalam sejarah adalah petunjuk yg merongkah semak belukar yg menutup denai menuju diri kita sendiri. maka terkagumlah aku mengingatkan perihal wahyu2 Allah swt itu diturunkan dalam bentuk penceritaan sejarah org zaman dahulu. bukan apa ceritanya, tapi proses pembenarannya itu sendiri. bukan apa yg berlaku selepas kita mati, tapi bagaimana kita menjalani hidup dalam persiapan bertemu-Nya. subhanallah.

bacalah, dan kemudian, sampaikanlah.

"(Sebahagian dari) mereka akan berkata: "Bilangan Ashaabul Kahfi itu tiga orang, yang keempatnya ialah anjing mereka "; dan setengahnya pula berkata:"Bilangan mereka lima orang, yang keenamnya ialah anjing mereka" - secara meraba-raba dalam gelap akan sesuatu yang tidak diketahui; dan setengahnya yang lain berkata: "Bilangan mereka tujuh orang, dan yang kedelapannya ialah anjing mereka". Katakanlah (wahai Muhammad): "Tuhanku lebih mengetahui akan bilangan mereka, tiada yang mengetahui bilangannya melainkan sedikit". Oleh itu, janganlah engkau berbahas dengan sesiapapun mengenai mereka melainkan dengan bahasan (secara sederhana) yang nyata (keterangannya di dalam Al-Quran), dan janganlah engkau meminta penjelasan mengenai hal mereka kepada seseorangpun dari golongan (yang membincangkannya). " (Quran, 18:22)
Read On 0 ulasan

bahagia tapi hebat dan bijak serta kuat (?)


  • orang yang hebat bukanlah orang yang tidak pernah gagal tetapi orang yang mampu bangun dari setiap kejatuhannya..
  • orang yang bijak bukanlah orang yang tidak pernah silap tetapi yang sentiasa belajar dari kesalahannya..
  • orang yang kuat dan gagah bukanlah orang yang mampu membalas setiap kali dianiayai tetapi yang mampu memaafkan setiap kali mempunyai kesempatan..
  • orang yang bahagia bukanlah orang yang mampu mendapatkan segala kemahuannya tetapi yang mampu mensyukuri apa yang dimilikinya..

bandingkan ayat di atas dengan ayat di bawah..

  • orang yang hebat adalah orang yang berani menghadapi risiko gagal dan mampu bangun dari setiap kejatuhannya..
  • orang yang bijak adalah orang yang berani melakukan kesilapan dan sentiasa belajar dari kesalahannya..
  • orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan tindakannya dan memaafkan setiap kalo mempunyai kesempatan..
  • orang yang bahagia adalah orang yang mampu menahan kemahuannya dan mensyukuri apa yang dimilikinya..

kata 'tetapi' adalah negator yang saling membunuh dua ayat yang disambungkan kerna kedua ayat tersebut mampu diterbalikkan untuk menidakkan ungkapan balas.. kebiasaannya kata 'tetapi' digunakan sama ada untuk serangan balas (counter attack) mahupun pertahanan (self defense).. menunjukkan bahawa anda menidakkan dan tidak bersetuju dengan ayat yang pertama dan mahu membunuhnya dengan ayat yang kedua..

contoh lebih mudah.. seorang wanita meminta pendapat sahabatnya mengenai teman lelakinya.. dia mendapat jawapan sama ada "dia kaya tetapi wajahnya buruk" dan "dia berwajah buruk tetapi dia kaya".. kata 'tetapi' meletakkan dua kata 'kaya' dan 'wajah buruk' dalam situasi yang bertentangan sehingga orang yang mendengar harus memilih.. dan pemilihan untuk bersetuju bergantung kepada database orang yang mendengar..

bandingkan dengan kata "dia kaya dan wajahnya buruk".. wanita itu tidak akan memilih untuk menolak salah-satunya.. pilihan yang ada ialah sama ada menerima kedua2nya atau menolak kedua2nya sekali.. dan mampukah dia menolak kedua2nya jika salah-satu ayat itu datang dari mulutnya sendiri?

katakan seseorang mengatakan kepada anda bahawa "rezeki itu ditangan Tuhan" sebagai alasan untuk bermalas2an.. jika anda menyambung ayat itu dengan ayat "tapi kita harus berusaha mencarinya".. persepsinya ialah anda tidak bersetuju dengan kata2nya dan dia boleh memilih untuk mempertahankan pernyataannya serta menyerang balas dengan mencari kelemahan dalam pernyataan anda.. bagaimana jika ayat tersebut disambung begini: "benar! rezeki itu ditangan Tuhan, DAN kita harus berusaha mencarinya"..

bayangkan pula ketika anda sedang marah kepada pasangan anda.. "saya sangat sayangkan awak tetapi saya sangat marah pada awak sekarang".. kata 'saya sayang awak' akan dianggap tidak penting dan terbatal dalam persepsi pasangan anda dan fokus akan terarah pada kata 'marah' yang bunyinya lebih penting.. berbanding dengan ayat "saya sangat sayangkan awak dan saya sangat marah pada awak".. kata 'marah' akan dikaitkan dengan kata 'sayang' tanpa memisahkan kedua2 emosi tersebut..

walau bagaimanapun, kata 'tapi' juga merupakan sebuah kata yang kuat jika digunakan dengan wajar.. contohnya jika seseorang bersikap negatif dan berkata "nasib aku selalu malang", anda boleh membatalkan ayat tersebut dengan berkata, "tetapi kau punya potensi yang besar dan nilai diri yang tinggi"..

begitu juga ketika bernegosiasi, disaat rapport yang baik sudah terbentuk dan anda mahu memastikan perbincangan terarah mengikut fokus yang anda tetapkan; jika anda sangat berpengaruh kepada mereka dan mereka sentiasa mahu mendengarkan anda..

impak yang sama terjadi jika anda menggunakan kata 'atau'.. mari kita bereksperimentasi dengan mengurangkan penggunaan kata 'tapi/atau' dan lebih banyak menggunakan kata 'dan'.. kerna mempunyai dua pilihan adalah satu dilema, padahal anda boleh menikmati kedua2nya tanpa memilih..

apapun tidak ada yang benar atau yang salah.. apa sahaja yang anda mampu pergunakan dengan efisien maka itulah yang terbaik.. ini hanya cadangan terutama sekiranya anda merasakan bahawa anda kerap mendapat tentangan dan sukar membuat orang lain bersetuju dengan anda.. apa yang anda perlu lakukan ialah ulang ayat yang mereka sebut, gunakan perkataan 'dan' seterusnya sambung dengan ayat mengenai apa yang mahu anda sampaikan.. ini teknik yang sangat sederhana.. bereksperimentasilah moga komunikasi dalam hubungan anda menjadi lebih baik.. amin..

Read On 0 ulasan

merungkai punca


ada seorang sahabat bertanya kepadaku semalam.. soalan yang sudah banyak kali aku dengar sepanjang hidup aku.. "bila nak berhenti merokok?" dan jawapan yang biasa aku bagi, "aku belum nak berhenti".. dan berkisahlah dia tentang kesihatan dan duit yang aku habiskan pada rokok.. aku hanya senyum dan berkata dalam hati, "adakah dia tahu kenapa aku merokok?"

jangan buang masa cerita psal keburukan merokok pada aku.. aku dah buat kajian pasal rokok hampir 20 tahun dulu.. aku tau sangat.. nak cerita psal hukum, aku pun akan berhujah macam2.. nak cerita psal membazir duit, simply aku akan tanya berapa banyak org yang tidak merokok menyimpan berbanding aku.. tanya pada semua perokok tegar, dia akan ada banyak jawapan untuk hujah anda.. bottom line, belum nak berhenti merokok..

begitu juga bila ada kawan2 perokok yang mengatakan tak boleh berhenti merokok secara mendadak, harus bertahap, teknik makan gula2, dsb. maaf tapi aku kata mengarut.. bila kita boleh tetiba jadi perokok, maka kita juga boleh tetiba berhenti merokok.. bayangkan masa bulan puasa boleh pulak kita tahan tak merokok sepanjang hari? dalam kapalterbang selepas makan boleh pulak tahan sampai destinasi.. maknanya memang boleh.. persoalannya adakah kita mahu atau tidak? aku re-phrase.. persoalannya adakah dalam diri kita benar2 tahu dan mahu berhenti merokok?

mengambil keputusan bukan sekadar kita sebut tapi adakah dlm diri kita align dengan apa yang kita sebut.. cakap tak serupa bikin bukan bermakna kita munafik, tetapi dalam diri kita, adakah diri kita yang bawah sedar akan sabotaj apa yang kita fikirkan dengan sedar? kerna itu ramai dari kita nak berubah tapi merasa seluruh alam akan memeranginya.. kalau kita boleh berubah pun hanya bertahan beberapa waktu.. sebahagian aku dah sebut dalam 'bukan nasib dan kebetulan'..

ini berlaku bila kita hanya mengubah 'kesan' (affect) dan tidak meruntuhkan dasar2 'belief system' yang menyebabkan kesan tersebut.. aku akui ada yang berjaya melakukan dengan cara begini.. kerna memang benar dalam membuat perubahan apa yang diperlukan ialah keberanian membuat keputusan.. hanya saja adakah keputusan yang kita ambil itu berdasarkan sebab yang benar? jika tidak kita akan kembali semula ke keadaan lama..

beberapa hari lalu, seorang kawan bertanya bagaimana nak menghilangkan habit dia menonton porno.. aku hanya kata, "buat keputusan walau sekecil apa pun".. aku minta dia delete semua filem porno dalam laptop dia.. patahkan semua vcd/dvd porno dia dan buang dlm tong sampah.. its not an easy task for him.. apalagi bila aku minta dia search lagi dlm harddisk dia, kot2 ada lagi tersorok dlm directory lain, dan delete semua url link porno dlm browser dia.. walaupun dia bagi alasan dia boleh cari lagi, aku hanya kata, "do one thing at a time"..

setelah selesai itu aku tanya dia kenapa dia menonton porno.. selepas beberapa lama bersembang seputar itu, aku dapat menyedari bahawa dia menonton porno ketika dia merasakan dia tidak dapat mengendalikan/mengawal sesuatu keadaan.. seks dan masturbasi adalah satu cara dia mengatakan pada diri dia bahawa dia 'in control'.. aku simpan itu utk next session aku dgn dia ;)

berbalik pada cerita semalam.. akhir pekan kemaren, seseorang menggunakan teknik 'paris window', bermula dengan soalan "mengapa aku merokok?".. i play along, for the sake of others to learn the technique.. tapi aku memahami mengapa aku berhenti merokok.. walaupun aku beri jawapan yang mereka mahukan ketika sessi itu, tetapi dalam diri aku, aku menjumpai sebab yang sebenarnya..

maka semalam aku meneruskan sessi self-therapy, aku pun berekperimen pada diri aku.. aku bawa diri aku kembali kepada saat pertama aku menghisap rokok dan merasakan apa yang aku rasakan ketika itu.. kenapa aku bersetuju dengan diri aku ketika itu untuk merokok? the interesting part is how my whole life change after that decision.. maka aku faham mengapa aku terus merokok..

dan aku teringat ada satu keadaan yang buat aku tak jadi hisap rokok.. satu ketika aku keluar rumah untuk menghisap rokok di buaian di bawah pokok di luar rumahku.. tiba2 anak aku datang.. aku suh dia masuk dan tak bagi dia dekat aku sebab aku nak merokok.. anak aku yang comel ini dengan senyum2 manja tetap datang dan duduk sebelah aku dan kata, 'papa tak payah hisap rokok dulu, sophia sayang papa.." aku hanya senyum, simpan rokok balik dlm kotak, peluk dan cium dia, lalu kami bersembang..

malam tadi, aku faham mengapa aku merokok dan apa fungsi rokok dalam hidup aku.. aku dah 25 tahun merokok.. bukan perokok biasa.. sesiapa yang kenal aku mmg tahu aku merokok bersambung puntung.. bapak aku dah penat nak nasihat aku.. isteri aku pun dah tahu kalau aku dipaksa berhenti malah akan makin menjadi2.. entah berapa banyak kali dlm hidup aku batuk sampai takleh bernafas, tetap juga aku hisap rokok..

tapi malam tadi, aku faham aku bukan ketagihan.. aku boleh berhenti bila2 masa yang aku mahu.. apa yag perlu aku lakukan ialah hanya dengan membuat keputusan.. dan aku tahu aku boleh melakukan itu.. aku boleh meninggalkan semua kebiasaan buruk aku yang lain dengan sekelip mata.. namun ternyata rokok mempunyai sebab yang lebih mendalam dalam diri aku.. aku pernah beberapa buang sekotak rokok yang masih penuh dalam tong sampah.. tapi aku merasakan sesuatu yang aneh dlm diri aku.. bukan rokok itu yang aku sayangkan tapi ruang kosong yang ia tinggalkan dalam diri aku.. ada sesuatu yang lain yg perlu aku tuntaskan sebelum diri aku setuju bahawa aku tidak memerlukan rokok..

aku boleh nampak banyak sebab lain orang merokok.. lain orang lain sebab dia merokok.. sebab itu aku tahu sama ada kawan2 aku benar2 mahu berhenti merokok atau sekadar cuba berhenti merokok.. aku? ketika aku sedar mengapa aku merokok, aku makin kuat merokok.. merokok adalah petunjuk kepada inner system aku mengenai beberapa perkara lain yang berlaku dalam hidup aku.. ketakutan dan kerisauan aku.. juga antara sebab mengapa aku jadi food-craving di tengah malam, and so on..

aku mesti selesaikan masalah aku dengan diri aku sendiri.. aku buat keputusan2 kecil untuk menanam keyakinan lain dalam diri aku bahawa apa yang aku rasakan itu hanya masa lalu dan sekarang segalanya sudah semakin membaik.. pagi ini, aku lihat ashtray aku, aku hitung berapa banyak aku merokok semalam.. aku tahu kenapa.. dan aku tahu aku belum mahu berhenti merokok.. tapi aku juga tahu bahawa sudah semakin menghampiri keputusan itu.. doakan aku..

Read On 1 ulasan

dalam dakapan sepi


ada suatu ketika dalam hidup ini kita merasa kesunyian.. kita rasa tidak ada orang yang memahami apa yang kita sedang rasakan.. kita rasa tidak ada orang yang peduli pada kita.. merasa tidak disayangi.. merasa tidak dihargai.. merasa kosong.. bersendirian.. sepi..

cabaran menjadi dewasa ialah kita merasa keseorangan.. bila kawan2 dah mula mendirikan rumahtangga, kita menemukan satu jurang antara kita dengan mereka kerna mahu memahami bahawa mereka punya hidup mereka sendiri.. kemudian kita pun menemukan pasangan hidup kita.. namun kesibukan mencari nafkah dalam pekerjaan dan kesibukan mengurus rumah dan anak2 meminimakan masa kita bersama orang yang kita cintai.. kawan2 sepejabat hanya sebatas pekerjaan dan perniagaan, apalagi apabila masing2 mulai mendaki tangga jawatan yang lebih tinggi..

sekeliling kita masih ramai kawan2.. namun semakin kita meningkat usia, semakin sukar untuk kita membuka diri.. merasa semakin banyak rahsia yang tidak mungkin kita buka kerna berbagai faktor kebimbangan kita.. apabila kita mahu mengatakan sesuatu yang kita anggap peribadi, hampir tidak ada satu nama pun dalam senarai telefon kita yang boleh kita dial..

ini bukan hanya berlaku pada kita.. hampir semua orang yang ada disekeliling kita merasakan perasaan yang sama.. kesunyian ini hadir bukan hanya di waktu kita sendirian malah kita merasa kosong dalam keramaian.. waima ada yang merasa sendirian walaupun disamping orang yang dia kasihi..

loneliness is a state of mind.. we just lost the passion.. just one bad day.. and it doesn't mean that nobody love us.. its only our perception about ourself.. what you can do is to change your physiology.. (rujuk 'tiru macam saya') try smile and feeling sad at the same time, then do the other way around, grim and try to feel happy.. it is hard rite?

bagaimana pula jika aku cadangkan, jangan buang perasaan itu cepat2 tapi gunakan untuk memperbaiki diri anda ;) gila punya cadangan.. haha..

dalam banyak situasi, emosi negatif merupakan 'alert system' dalam diri kita.. maknanya rasa sedih, marah, sunyi, dsu itu baik untuk diri kita? ini betul2 cadangan gila.. haha..

kita contohkan rasa gatal.. mana ada saraf gatal? yang ada adalah saraf sakit.. gatal nih dicerap oleh saraf gatal.. maknanya gatal itu adalah sakit yang minor.. atau mungkin juga kita boleh anggap sakit tuh adalah gatal yg major.. ;) dan saraf sakit nih adalah alert system yang memberitahu tubuh kita bahawa ada sesuatu yang bahaya.. kita pegang api rasa panas.. ada saraf panas? yg ada saraf sakit.. kena api sakit, kita cipta self defense, alihkan tangan, kalau takder saraf sakit makna kita kan dapat makan bbq tangan sendiri.. maknanya sakit tuh baik sebagai alert system kita.. betul?

sekali lagi, loneliness is a state of mind.. rasanya menyakitkan.. alert system utk minda kita.. maka kenapa kita rasa sunyi? adakah kerna kita rasa tak bahagia? adakah disebabkan oleh sesuatu perkara yang berlaku? mungkin juga hasil dari tumpukan berbagai rasa yang lain yang sudah lama kita kumpulkan.. bila rasa gatal, kita garu, makin kita garu, makin gatal, makin sedap, makin kuat garu, luka.. begitu juga emosi kita.. betul?

sekali lagi, emosi negatif adalah alert system.. emosi yang kita redam selama nih dah sampai threshold.. dan petik suis utk major feelings.. apa sebenarnya yang sudah berlaku dalam hidup kita? apa yang kita abaikan selama nih? mungkin dah sampai waktu kita tuntaskan.. jika kita tak kontrol perkara nih secara sedar, minda kita akan secara automatik mencapai database pengalaman yang kita ada dan menjanakannya secara automatik mekanisme self defense yang kita ada.. marah itu alert system.. dalam database kita, lempang adalah self defense jika alert system marah kita dipicu.. kita lempang orang yang maki kita sebab kita nak melindungi emosi kita.. kita umpama pengebom berani mati yang membawa bom jangka.. ketika bom itu meledak, bukan hanya menghancurkan kita tapi juga orang2 yang kita sayangi.. betul?

mari kita berekperimentasi lagi.. ketika anda merasakan suatu emosi negatif, jangan terus dibuang.. rasakan sedikit lebih lama.. dan tanya pada diri anda kenapa anda merasakan itu.. jika anda tidak dapat memahaminya, cuba teknik ini..

rilekskan tubuh anda, pejam mata, tarik nafas panjang dan hembus perlahan2.. bayangkan diri anda berada di satu lorong.. dan dihujung lorong itu ada sebuah pintu.. anda bayangkan dan rasakan anda berjalan melalui lorong itu hingga sampai ke depan pintu tersebut.. buka pintu tersebut.. masuk ke dalam ruangan itu dan nikmati apa saja objek yang anda nampak.. jangan memaksakan diri anda untuk melihat sesuatu, lihat sahaja apa yang anda nampak.. lihat bentuknya, warnanya, jika anda boleh pegang, bagaimana rasanya, hidu jika ada bau, jika boleh dimakan cuba saja cicipi.. setelah itu, keluar semula dari ruangan itu, tutup pintunya dan berjalan semula ke arah tempat pertama anda berada.. ketika sudah sampai ke tempat asal anda berdiri, tarik nafas panjang dan buka mata anda perlahan2..

objek yang anda lihat di dalam ruangan di sebalik pintu tadi adalah simbol dalam diri anda.. apa yang anda rasakan ketika melihat objek tersebut? pada pendapat anda sendiri, objek itu melambangkan apa dalam hidup anda? diri kita boleh memberitahu kita sesuatu dengan simbol.. jika anda dapat mengupas maksud simbol itu anda akan dapat memecahkan persoalan anda.. sama seperti tadbir mimpi.. ini cara dalaman diri kita berkomunikasi dengan kita.. lebih menarik lagi jika anda dapat menjelaskan keadaan lorong yang anda lalui dan perasaan anda ketika melaluinya..

jika anda tidak boleh melakukan sendiri, minta tolong kawan anda mengarahkan anda semasa anda memejamkan mata anda.. atau mungkin saja, ketika kawan anda dalam keadaan emosi yang berat, anda minta dia melakukan teknik itu.. dan kemudian berbincang mengenainya.. anda akan dapat mempelajari sesuatu yang baru dan kawan anda dapat memahami dirinya dengan lebih baik.. moga dapat membantu sekurang2nya sebagai pemicu mencari jalan keluar dari derita batinnya..

apa sahaja yang Tuhan jadikan itu bukan sia2.. hanya bagaimana kita dapat memanfaatkannya.. waima rumput yang bergoyang itu boleh menjadi petunjuk yang besar jika kita memahaminya.. subhanallah..

Read On 0 ulasan

finding the reset button

berapa banyak kali dalam hidup anda, anda merasa seperti mahu menekan butang 'reset' dan memulakan semula hidup anda? anda menyesali sesuatu yang telah berlaku dan anda sendiri tidak faham mengapa anda telah melakukannya.. dan anda memejamkan mata anda berharap apa yang sedang berlaku hanya mimpi.. dan apabila anda bangun semuanya kembali seperti keadaan asal..

dalam satu fasa hidup aku dulu, tidur pernah menjadi alat terapi yang paling mustajab.. hanya saja apabila aku bangun dari tidur, masalah itu tetap saja masih wujud.. namun aku lebih mampu mengendalikan emosi aku dan berupaya menyelesaikan masalah, walaupun hanya sebahagian.. anda akan lebih mudah menghadapi masalah apabila emosi anda lebih tenang..

maka aku belajar sesuatu.. apabila anda ada masalah, yang paling utama ialah bukan bagaimana cara anda menyelesaikan masalah tersebut tetapi bagaimana anda boleh menenangkan diri anda untuk menyelesaikan masalah masalah tersebut.. ada orang yang mampu menarik nafas panjang, pejam mata dan bertenang, dan seterusnya dia menyelesaikan masalah tersebut.. ada orang, harus menunggu hingga dia merasa tidak sempat dan tekanan tinggi, maka dia akan dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan baik..

kerna dalam banyak situasi, cara untuk menyelesaikan masalah mmg sudah ada dalam fikiran anda.. anda hanya memerlukan emosi yang sesuai untuk menemuinya.. sama seperti bagaimana aku dulu belajar dengan mendengar lagu metallica.. berapa ramai orang boleh fokus baca buku atau buat latihan matematik tambahan sambil mendengar lagu heavy metal? hanya baru2 ini saja aku paham bahawa aku mmg type auditory.. emosi aku akan lebih mudah dibentuk dengan suara.. bukan hanya kuat atau perlahan tapi tone dan beberapa lagi keunikan suara yang aku mmg boleh bezakan.. hanya dengan mendengar cara orang bercakap aku boleh mengenali diri seseorang..

kembali kepada persoalan, bagaimana anda menemukan reset button emosi anda? kenali diri anda, apakah yang sangat besar mempengaruhi diri anda.. (untuk mengetahui apa yang lebih mempengaruhi emosi anda, anda boleh melakukan ujian multiple intelligences..) dan gunakan kelebihan anda ini untuk membetulkan emosi anda..

bila sahabat aku minta aku bayangkan sesuatu dalam satu sessi visualization, aku biasanya tak susah nak bayangkan apa2 bila aku pejam mata.. yang aku napak ada cahaya putih bergelombang bergerak-gerak.. yang aku pasan macam2 suara ada dalam otak aku.. asik bercakap tak berhenti-henti.. tapi aku juga perasan bila ada suara muzik, gelombang tuh berubah, ada warna.. kemudian akan jadi lebih mudah aku membayangkan sesuatu.. sahabat aku lain, bila aku minta bayangkan sesuatu mmg dia akan nampak benda yang aku suh bayangkan tuh, siap boleh jelaskan satu-satu, kedudukan dan warna..

dalam hidup nyata, aku akhirnya memahami betapa emosi aku boleh berubah dengan hanya mendengar muzik.. bila aku mahu fokus dengan lebih mantap, aku pakai headphone dan dengar lagu rancak.. tetiba jadi semangat dan fokus buat keje sampai siap.. bila sedih, aku pasang lagu yang lembut tapi lirik semangat.. aku lebih punya kontrol dengan emosi aku.. bila orang marah2, aku leh ubah suara marah2 tuh jadi muzik, dan aku boleh senyum..

apa yang aku nak sampaikan ialah anda boleh kontrol emosi anda.. jangan biarkan emosi anda yang kontrol diri anda.. ada orang bila susah hati dia pergi menonton wayang.. ada orang kena berlari dan dia akan rasa sedikit tenang.. kenali diri anda dan bagaimana emosi anda dipengaruhi..

yang lebih menarik ialah anda boleh menggunakan cara yang sama terhadap pasangan anda.. jika anda tahu dia seorang visual.. maka gunakan cara meletakkan gambar atau benda yang dia suka di tempat yang dia mudah melihat, atau bawa dia berjalan menikmati pemandangan yang indah, emosinya akan lebih mudah terarah. begitu juga jika dia seorang kinestis, sentuhan, ciuman, atau ajak dia menari akan mudah mngubah emosi dia.. semua akan mudah jika anda dapat mengenalinya..

dan itulah reset button yang anda cari, bukan satu butang ajaib nak tukar hidup anda atau kembali ke zaman silam, tapi satu button yang anda boleh tekan untuk ubah emosi anda dan menerima apa yang berlaku dalam keadaan yang lebih tenang..

maka setiap kali anda merasa sesuatu yang membuatkan emosi anda terganggu, ingatlah, yang paling penting bukan menyelesaikan permasalahan tersebut tetapi yang paling penting ialah bagaimana anda dapat menyelesaikannya dengan lebih tenang..
Read On 0 ulasan

menggapai harapan..


idra wrote on topic "suami oh suami"

suami saya lebih pentingkan kawan dari kami anak beranak.... setiap hari dari pagi sampai pagi dok dengan kengkawan sesaja.balik umah cuma nak tido & mandi ajer. kalau di tegur dia terus jer marah... siap ugut nak bunuh pulak tu..saya pernah bertekad nak minta cerai tapi bila memandangkan anak2 saya lupakan semua tu.

bukan saya nak memburukan suami tetapi sekadar mahu minta nasihat dan pendapat. keluarga saya & keluarga mertua dah tidak boleh nak buat apa kerana suami tidak boleh diajak berbincang.


ini normal.. org sanggup berada dlm kesakitan hidup kerna ketakutan akan kesakitan (pain) yang lebih besar.. sehingga kesakitan yang sekarang mencecah limit dan threshold kesakitan yang satu lagi.. mari kita belajar sesuatu dari situasi idra..

dia tulis "suami saya lebih pentingkan kawan dari kami anak beranak".. bermakna keperluan emosinya mungkin 'kasih sayang' (love) atau hubungan rapat (intimacy)..

dia tulis lagi, "setiap hari dari pagi sampai pagi dok dengan kengkawan sesaja.balik umah cuma nak tido & mandi ajer".. bermakna yang dia mahu ialah perhatian (attention).. persoalannya perhatian untuk siapa? dan kita lihat pula kesakitan (pain) dalam diri dia.. dia tulis, "kalau di tegur dia terus jer marah" bermakna dia mengharap komunikasi

bila dia tulis, "siap ugut nak bunuh pulak tu" dan "saya pernah bertekad nak minta cerai".. bermakna ini ketakutan dalam diri dia.. tapi ketakutan itu tidak lebih kuat daripada.. "bila memandangkan anak2 saya lupakan semua tu".. jadi maksud yang sebenarnya?

dia merasakan suaminya tidak memberikan kasih sayang buat anak-anaknya.. tapi dalam waktu yang sama dia tak mahu anak-anaknya 'kehilangan' bapa mereka.. dan dia merasakan kesakitan yang dia tanggung itu lebih ringan dari kesakitan yang bakal anaknya hadapi.. dia merasakan apa yang dia lalui sekarang masih boleh dia hadapi.. maka benar bila ada yang sebut, dia bukan minta pendapat tapi hanya mahu mengadu dan meminta simpati.. walaupun dia rasa dia bukan minta simpati.. dia telah pun mengambil keputusan untuk meneruskan kepedihan hidupnya kerna ketakutan akan kepedihan yang lebih besar jika dia bercerai.. ini yang idra pilih untuk hidupnya.. apalagi bila dia dah quote ibubapa pun tak boleh nak buat apa2 dan suaminya memang jenis tak boleh berbincang.. deepen the decision.. she will go through it.. she believe she can't do anything..

apa kemungkinan yang boleh berlaku?

dia dah buat keputusan bahawa dia sanggup mengorbankan kesenangannya demi kebaikan anak2.. how true is this? sebab dia dah percaya dia tak boleh buat apa2.. maka dia hanya mengharap.. apa yang dia harapkan? dia mengharap sesuatu akan berubah tetapi dalam minda bawah sedarnya dia kata suaminya tak boleh berubah.. ini perasaan negatif.. semakin dalam perasaan negatif berkumpul, semakin keadaan akan menjadi kacau bilau.. kerna apa yang kita rasakan itu yang akan kita tarik ke dalam hidup kita.. yang akan berlaku ialah akhirnya kesakitan (pain) yang dia tanggung akan sampai ke limit dan tresholdnya.. apa yang akan berlaku ialah dia akan mulai memaksa suaminya memberi perhatian pada anak-anak.. dan apa yang diperlukan ialah suami mengatakan atau membuat sesuatu terhadap anak-anaknya, yang menyentuh threshold kesakitan (pain) idra, menjadikan dia mengatasi ketakutannya untuk meminta cerai.. dan inilah yang berlaku dalam hampir semua konflik rumahtangga.. mereka menunggu hingga mencapai batasan ketakutan dan kesakitan mereka sebelum bertindak.. yang akhirnya, mewujudkan ketakutan asal mereka iaitu anak-anak turut menjadi mangsa yang lebih parah..

jika idra telah membuat keputusan utk tidak mengatasi ketakutannya, yang dia metaforakan sebagai "bila memandang anak-anak", dan mahu meneruskan mengendalikan apa yang sedang berlaku, dia harus mengubah persepsinya.. masih ingat tak aku pernah sebut, "jika kita tak menyukai sesuatu maka ubahlah, dan jika kita tidak boleh mengubahnya, ubahlah perspektif kita terhadapnya.." apa maksud aku?

dalam hidup, mmg ada yg tidak mampu kita ubah kerna sesuatu sebab dalam diri kita.. namun jika kita merasa sedih, marah atau gembira, tidak semestinya itu juga yg akan dirasai oleh orang lain terhadap perkara yang sama.. yang membezakan emosi kita ialah persepsi kita terhadap sesuatu yang berlaku.. ini diajar berkali-kali dalam Islam dalam konsep qada dan qadar.. bukan bermakna kita harus pasrah menerima tetapi kita harus mencari hikmah.. maksud mencari hikmah ialah mungkin saja jika kita mengubah perspektif kita terhadap sesuatu, persepsi kita akan berubah, dan hidup kita menjadi lebih baik..

otak kita memancarkan gelombang (brainwave, yang juga kita kenali sebaga aura) setiap masa.. gelombang ini terhasil dari proses otak kita terhadap emosi kita.. yg kita sebut emosi inilah yang tok guru selalu sebut 'jaga hati'.. kita kena kendalikan emosi kita, jgn biar emosi yang kendalikan kita.. jika emosi kita negatif, brainwave yang kita pancarkan ke sekeliling kita juga negatif.. perasan tak bila kita susah hati dan peluk anak, anak juga akan merasakan perasaan yang sama.. kerna brainwave kita yg sedih tuh menarik brainwave yg sama dari otak anak kita.. bila kita emosi, brainwave nih lebih kuat, maka akan merangsang brainwave yg sama dari anak kita.. kita menangis, anak kita pun menangis.. padahal bila kita tanya kenapa dia menagis, dia pun tak tahu..

percayalah bila idra terus merasakan perasaan negatif yg ada dalam dirinya, maka hanya segala yg berkenaan yg akan muncul.. dia akan bertemu dengan orang yang senasib dengannya.. berbagai rentetan peristiwa sedih dan pedih akan berlaku dalam hidupnya.. lagu2 sedih semakin kerap muncul di radio.. dia akan makin perasan bahawa makin banyak sinetron dan drama sedih dalam tv yang sama dalam hidupnya.. kerna secara tidak sedar, memang itu yang dicari oleh minda bawah sedarnya.. dia tak perlu memikirkan secara sedar kerna segalanya akan berlaku secara automatik.. dia tak perlu terkejut jika nanti ketika dia terjatuh dia akan ditimpa tangga..

jika anda mahu hasil yang positif, maka berfikrilah secara positif.. Nabi saw dah ajar nih.. org caci-maki baginda.. orang buat jahat pada baginda.. apa yg baginda lakukan? senyum dan terus berbuat baik.. hasilnya, org yang paling jahat itu yang masuk Islam.. Umar ra yang paling garang dan pernah berniat nak bunuh Nabi saw jadi sahabat yang paling baik, menjadi khalifah yang hebat.. ini kekuatan fikiran positif.. tapi kita nih cakap mulut positif dalam dalam hati negatif tak buang.. kita nak tunggu org tuh berubah dulu baru nak buang negatif dlm diri kita.. ini yg aku pernah sebut, org buat jahat kita umpat, org tuh tak apa2 tapi jiwa kita sendiri yg rosak..

maka bila negatif ada dalam diri, bolehkah sesuatu yang positif muncul? waiting for miracle? keajaiban adalah sesuatu yang perlu diperjuangkan bukan ditunggu dengan pesimis.. keajaiban nih bukan benda besar2 yang hebat.. dalam fikiran kita nih, bila sebut miracle mesti benda besar dan hebat.. itu yang dah ditanam dalam minda bawah sedar kita oleh pengalaman kita dengan mendengar cerita orang, membaca buku dan menonton tv.. miracle nih dimulakan dengan benda kecil.. benda-benda biasa yang kita abaikan.. peluk anak.. cium tangan suami (byk org taruk tangan atas dahi jer).. puji isteri.. atau mungkin sekecil menurunkan penutup tandas atau membeli seluar dalam baru.. tak perlu nak ubah masyarakat, tak perlu tolong kempen jatuhkan pemimpin, tak perlu buat rumah anak yatim,.. cari perkara2 kecil yang selama ini kita abaikan.. senduk nasi untuk suami.. siram pokok bunga.. puji boss kita.. bila isteri atau anak nak bercakap, kita tutup tv atau letak suratkhabar dan pandang mereka.. benda yang kita dah lama atau mungkin tak pernah buat.. cari apa yg negatif dan tukarkan jadi positif..

waima kata-kata yg kita sebut.. cuba belajar dengar sendiri apa yg kita sebut.. positif ke negatif.. yg positif jangan ganti.. contoh kalo kita rasa marah, kita sebut apa? cuba ubah kata marah dalam diri tuh dengan perkataan yang lebih rendah sikit emosi dari marah.. bila rasa marah, sebut dalam hati, "aku bukan marah, aku geram saja".. dan perhatikan emosi marah anda juga akan menurun.. mesti anda pernah ketika sedang marah tetiba kawan baik atau isteri tanya anda, "marah ker?".. marah anda mesti akan menurun sekurang2nya satu level.. apalagi jika dia tanya dengan tersenyum.. silap2 anda pun ikut tersenyum.. sama juga dengan sedih, katakan, "aku bukan sedih, aku hanya sedikit tak puas hati"..

mari kita cuba seminggu ini.. perhatikan apa perkataan yang buat anda rasa negatif dan ganti dengan perkataan yang kurang emosi negatif, tak perlu ganti dgn positif, ganti dgn kurang negatif.. baik dalam hati ataupun bila bercakap.. cuba tukar perkataan negatif tuh.. kalau anak anda mudah mencarut bila marah, jangan lempang dulu, buat dia janji bahawa setiap kali dia rasa perasaan yang sama, dia mesti menjerit dengan kuat, "semutt!!!" atau "timunn!!".. kalau boleh cari perkataan yg memang lucu dan tak masuk akal.. ini akan mudah mengubah emosinya lebih cepat.. lakukan ini bersama-sama keluarga anda dan kawan -kawan anda.. jadikan satu pengalaman yang indah.. hidup anda pasti akan menjadi indah.. kerna hidup yang indah itu hanya buat mereka yang mahu.. jika anda tidak mahu hidup anda indah dan gembira tidak mengapa.. kerna itu hidup anda dan bukan hidup aku..



Read On 1 ulasan

hierarchy of emotion


dalam banyak keadaan, anda pasti pernah mengalami keadaan dimana anda mahu melakukan sesuatu tetapi setelah menjalaninya, anda merasakan bukan itu yang anda mahukan, lalu anda kembali melakukan perkara sebelumnya.. adakah ini bermakna anda tidak mempunyai pendirian?

keadaan ini berlaku adalah kerna tingkatan keutamaan emosi anda.. ketika anda sudah dapat menikmati dan memenuhi satu keperluan emosi (nikmat/pleasure) anda yang lebih utama, secara semulajadi anda akan mencari dan memenuhi keperluan emosi (nikmat/pleasure) anda yang seterusnya.. dan seterusnya.. ini yang selalu disalahanggapkan sebagai tidak pernah cukup dan tidak pernah puas..

dan biasa terjadi, apabila anda cuba memenuhi keperluan emosi anda yang seterusnya, ternyata apa yang anda lakukan untuk memenuhi keperluan emosi tersebut menyebabkan keperluan emosi anda yang lebih utama terabai.. bila sampai tahap berlaku kehilangan keperluan emosi yang lebih utama itu, maka anda akan merasa 'kesakitan' (pain), menyebabkan anda meninggalkan apa yang anda buat untuk memenuhi keperluan emosi yang sedang anda lakukan dan kembali mencari dan memenuhi keperluan emosi anda yang lebih utama..

jika hidup anda sering berada dalam putaran yang sama.. cuba anda lakukan latihan yang berikut untuk lebih memahami diri anda sendiri..

berikut adalah senarai keperluan emosi (nikmat/pleasure) yang biasa diperlukan oleh ramai orang.. apa yang anda perlu lakukan ialah menyusun semula keperluan emosi ini mengikut keutamaan anda.. ambil masa dan lakukan sehingga anda benar2 merasa itu yang anda rasakan menjadi keutamaan dalam diri anda..

kasih-sayang (love)
kejayaan (success)
kebebasan (freedom)
hubungan rapat (intimacy)
keamanan (security)
cabaran (adventure)
kekuasaan (power)
rasa ghairah (passion)
keselesaan (comfort)
kesihatan (health)

setelah anda melakukan senarai keperluan emosi, anda juga harus menyedari ketakutan anda.. dalam banyak situasi ketakutan anda seringkali mampu mengalahkan keperluan emosi anda.. dan ketakutan inilah yang terus menerus mensabotaj hidup anda tanpa anda sedari.. lakukan yang sama, susun semula ketakutan anda mengikut keutamaan anda.. berikut adalah senarai ketakutan yang biasa disebut oleh ramai orang..

penolakan (rejection)
kemarahan (anger)
kecewa (frustration)
rasa sunyi (loneliness)
kesedihan (depression)
kegagalan (failure)
malu (humiliation)
rasa bersalah (guilty)

adakah benar semua ketakutan ini yang mahu anda hindari dalam hidup anda.. apabila anda tidak jadi melakukan sesuatu, pasti salah satu ketakutan inilah yang menghantui anda..

anda juga boleh lakukan ini bersama pasangan anda, anak-anak anda atau sahabat anda.. bandingkan senarai keutamaan dan lihat adakah anda dan mereka mempunyai persamaan.. mungkin perbezaan tingkatan emosi ini merupakan elemen yang saling memperkuat hubungan anda..

bandingkan juga keperluan emosi (nikmat/pleasure) dengan ketakutan (fear/kesakitan/pain).. apabila anda mahu melakukan sesuatu, banding antara keperluan emosi dan ketakutan anda.. yang manakah yang lebih kuat menguasai diri anda.. kenali dan fahami juga 'limit' dan 'threshold' setiap dari perasaan itu..

dengan mengenali emosi anda, anda akan lebih mudah mengawalnya.. dan ketika anda mampu mengawal emosi anda, anda akan menjadi manusia lebih hebat dari hari..

nota: aku jumpa carta organ-emosi atas tuh kat squidoo.com.. sangat menarik utk mengetahui dimana sebenarnya rasa emosi itu dibahagian tubuh kita.. mari kita kenali tubuh badan dan emosi kita dengan lebih rapat.. tubuh kita adalah sahabat terbaik kita..


Read On 0 ulasan
 

About me | Author Contact | Powered By Blogspot | © Copyright  2008